SELAMAT DATANG | SILAKAN BERIKLAN GRATIS DISINI | SALAM PAHLAWAN BERTOPENG

Selasa, 16 Juni 2009

10 Konsep Marketing Untuk Usaha Kecil

Lebih dari beberapa dekade semakin banyak orang yang dipecat, perampingan perusahaan atau bosan dengan pekerjaan korporat dan mengambil jalan sebagai pengusaha. Sayangnya, kebanyakan pengusaha baru gagal dalam membuat marketing plan atau strategi. Ada banyak konsep marketing untuk usaha kecil dan perencanaannya, tapi disini kami mendata 10 konsep marketing teratas untuk UKM.


Konsep Marketing # 1: Konsistensi

Konsistensi adalah konsep marketing nomor satu untuk pemasaran untuk usaha kecil hanya karena ini meningggalkan konsep marketing untuk banyak bisnis. Saya sudah bekerja dengan banyak klien, besar dan kecil, yang tidak konsisten dengan semua area marketingnya. Konsistensi membantu mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas branding.


Konsep Marketing # 2: Perencanaan

Ketika pengusaha memutuskan untuk konsisten dengan marketingnya, perencanaan adalah konsep selanjutnya yang penting untuk dilakukan.Perencanaan adalah bagian vital dalam pemasaran usaha kecil atau level marketing manapun, karena itu, dan banyaknya pengusaha, manajer marketing yang membuat perencanaan yang buruk. Luangkan waktu untuk merencanakan strategi marketing, anggaran, dan konsep-konsep lainnya yang dijabarkan disini.

Konsep Marketing # 3: Strategi

Strategi dengan segera mengikuti perencanaan karena strategi Anda adalah dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing Anda. Pada proses perencanaan, Anda harus mengembangkan strategi Anda: siapa target Anda, bagaimana Anda membidik mereka, dan bagaimana Anda menjaga mereka sebagai pelanggan Anda.


Konsep Marketing # 4: Target Market

Target market adalah konsep kunci lainnya untuk marketing usaha kecil. Dengan mendefinisikan secara tepat siapa yang Anda tuju memungkinkan pengusaha kecil untuk fokus pada konsumen tertentu dan mengurangi marketing yang sia-sia. Target market yang terdefinisi dengan jelas akan membuat konsep marketin menjadi lebih mudah diimplementasikan.

Konsep Marketing # 5: Anggaran

Meskipun terdaftar diurutan no 5, anggaran adalah penting untuk proses keseluruhan. Menciptakan anggaran marketing biasanya adalah bagian yang terberat dan paling tidak akurat di dalam usaha kecil. Kebanyakan pengusaha kecil kurang memiliki pengalaman dalam hal pemasaran, sehingga yang sering terjadi anggaran menjadi kacau. Bagian terpenting dalam konsep marketing ini adalah menetapkan anggaran marketing. Dari sini, Anda bisa khawatir bagaimana Anda mendistribusikan dana yang tersedia.

Konsep Marketing # 6: Marketing Mix

Marketing mix biasanya dijabarkan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai pengusaha kecil, Anda harus memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa), harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana orang lain tahu tentang Anda dan produk Anda.

Konsep Marketing # 7: Website

Di pasar saat ini, bisnis dalam ukuran apapun harus memiliki website. Saya tidak suka saat melihat sebuah bisnis yang memiliki satu halaman website dengan informasi yang tidak up to date. Konsumen, apakah sebagai bisnis atau pengguna, lebih dari 60% mencari informasi dari internet sebelum membuat keputusan membeli. Konsep marketing ini berdiri dari beberapa komponen tambahan, tapi setidaknya Anda harus mengembangkan sebuah web kecil atau sejenisnya dan selalu meng-updatenya.

Konsep Marketing # 8: Branding

Banyak pengusaha kecil yang juga mengingkari konsep ini. Marketing usaha kecil harus fokus pada konsep marketing ini seperti yang dilakukan oleh perusahaan besar. Branding terdiri dari gambar, logo, skema desain, layout, make up, dan bambar produk bahkan perusahaan Anda. Branding adalah bagaimana konsumen menerima produk dan perusahaan Anda. Pastikan untuk memberikan perhatian khusus pada jenis brand apa yang Anda bangun melalui masing-masing langkah perencanaan dan implementasi.

Konsep Marketing # 9: Promosi dan iklan

Promosi dan iklan adalah konsep marketing yang kompleks, tapi harus dipertimbangkan di berbagai jenis bisnis dan produk serta jasanya. Ketika Anda menghadapi 8 konsep marketing, Anda pada akhirnya membuat target market Anda tahu Anda dan produk Anda. Promosi dan pengiklanan yang baik akan menghasilkan pengakuan brand yang efektif, dan meningkatkan sales.


Konsep Marketing# 10: Customer Relationship Management (CRM)

Konsep customer relationship management telah menjadi industri yang besar dalam dunia marketing. Ada banyak piranti lunak dan jasa yang ditawarkan untuk membantu bisnis dengan berbagai ukuran dalam menangani customer relationship management. Karena ketersediaannya yang begitu besar, biasanya dibutuhkan sejumlah uang yang besar, pengusaha kecil biasanya melihat konsep ini sebagai sesuatu yang terlalu besar bagi mereka atau memerlukan dana yang besar untuk implementasinya. Jangan terjebak dengan industri masal yang dikembangkan dari konsep ini. Menjaga customer relationship management yang tepat adalah penting untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten.

Tentu saja marketing Anda tidak berhenti di sini. Masing-masing bisnis unik dan memiliki komponen tambahan yang harus dipertimbangkan, tapi daftar ini akan memulai marketing plan.

Sumber: www.articlebase.com
Diterjemahkan oleh: Iin - Tim Pengusaha Muslim.com

(diambil dari situs www.pengusahamuslim.com komandan....)
READMORE...

MAU MARKETING......BERSILATURAHMILAH.....

Selain bernilai ibadah, silaturahmi juga menciptakan nuansa kasih sayang dan networking yang efektif. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin panjang umur dan banyak rezeki, sambungkanlah silaturahmi (H.R. Bukhari, Muslim dan Abu Daud). Mafhum muwafaqah (pemahaman yang sesuai) dari hadits ini adalah bahwa barang siapa yang ingin sukses bisnisnya, maka bersilaturahmilah.

Silaturahmi bisa disamakan kepada suatu konsep pemasaran yang mendasarkan diri pada upaya menjaga hubungan (relationship marketing), yang kini tengah menjadi primadona dalam kegiatan bisnis. Relationship marketing merupakan bentuk komunikasi marketing yang mencakup interpersonal, public relations dan segala bentuk komunikasi lain, yang mempunyai tujuan tidak hanya membangun hubungan ekonomi yang saling memuaskan dengan pihak-pihak stake holder (pelanggan, karyawan, pemasok, distributor), tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang.

Relationship marketing ini menekankan betapa pentingnya unsur sentuhan, partisipasi, pengindraan, dan emosi dalam memelihara hubungan. Hubungan itu harus didasarkan oleh prinsip-prinsip ketulusan dan saling mendukung, bukan hanya sekadar hubungan transaksional yang semu dan semata-mata karena perintah kerja atau hitung-hitungan cost-benefit. Prinsip sederhana dari konsep pemasaran ini, bangunlah suatu jaringan hubungan emosional yang efektif dengan stake holder, dan laba akan menyusul.

Relationship marketing ini juga mulai diterapkan di Indonesia,. Misalnya, Alfa Super Market dengan program membership, Matahari Dept. Store dengan program Matahari ClubCard, dan Telkomsel dengan program Simpatizonenya. Semua ini dilakukan dalam rangka silaturahmi antar komunitas konsumen, yang juga berarti membentuk networking perusahaan. Semakin besar networkingnya bertambah luas segmentasi pasar yang akan diraih.

Ada tiga hal penting dalam ilmu marketing yaitu: Strategy - how to win the market (memenangkan pasar)-, tactics -how to penetrate a market (penetrasi pasar)-, Value - how to create an emotions touch (sentuhan emosi). Sebut saja Departemen Store “Nusa Ina” mencoba melakukan hal ini pada pelanggannya, keluarga Bapak Andi yang telah berhubungan lebih 10 tahun. Nilai transaksi yang dilakukannya terus membesar dari tahun ke tahun, baik karena ia membeli barang yang sama tetapi dengan kuantitas yang lebih besar, maupun karena ia terus menambah jenis barang yang dibelinya. Selain itu, ia merekomendasi tetangganya, kenalan dan keluarganya untuk berbelanja di Nusa Ina . Ketika anaknya tumbuh dewasa dan membentuk keluarga sendiri, keluarga baru itu juga berbelanja di Nusa Ina, dan tentu saja menjadi pelanggan setianya karena ia telah kenal betul dengan Nusa Ina. Demikian pula sebaliknya, Nusa Ina tahu berapa jumlah anggota keluarga, umur, nama anggota, jenis kelamin dan hobi masing-masing.

Ketika istri Bapak Andi berulang tahun, seminggu sebelumnya karyawan Nusa Ina menelpon ke rumah dan mengingatkan kembali kalau tahun lalu (berdasarkan catatan yang ada di komputernya) ia telah memberikan kado sebentuk cincin bermata safir kepada istri . Apakah tahun ini ia ingin memberikan kalung emas dengan batu safir sebagai padanan cincin yang telah dihadiahkannya tahun lalu. Sudah dapat diduga, Pak Andi sangat terkejut dan sekaligus gembira. Bagaimana tidak, ada orang lain yang mengingatkan tanggal ulang tahun istrinya pada saat ia terlupa, dan ia bisa membayangkan betapa kecewa istrinya bila hari istimewa itu terlewatkan begitu saja. Lagipula, ia juga tidak harus ambil pusing memikirkan jenis hadiah ulang tahun yang akan diberikannya, karena ia bukan ahli dalam hal itu. Istimewanya lagi, ia tidak harus pergi ke mana-mana karena hadiah langsung diantar oleh karyawan Nusa Ina.

Itulah hasil dari silaturahmi yang membawa kepada hubungan timbal balik kedua belah pihak yang saling menguntungkan.

Dengan demikian, jelaslah bagi kita umat Islam, silaturahmi adalah suatu keharusan dalam berbisnis seperti yang telah diajarkan Rasulullah 14 abad yang lalu. Tentu saja silaturahmi saat ini tidak hanya secara fisik saja tetapi bisa juga dengan surat, telepon sampai ke internet.

Silaturahmi mempunyai tiga sisi yang sangat menguntungkan bagi lembaga bisnis Islam yang melakukannya: Pertama, memberikan nilai ibadah; kedua, apabila dilakukan dengan kualitas akhlak yang mulia akan memberikan kesan bahwa umat Islam ternyata tidak seperti yang dituduhkan “biang terorisme”, tetapi umat penyebar kasih saying; ketiga, dapat menciptakan networking yang efektif yang memberikan peluang dan kesempatan perusahaan dalam memenangkan loyalitas dari stake holder.

Sekali lagi, marilah ditingkatkan nilai silaturahmi kita untuk dapat meningkatkan taraf hidup, terutama dalam menghadapi zaman globalisasi dengan persaingan usaha yang begitu ketat serta inovasi dan produksi yang begitu cepat bergerak.
(diambil dari blognya orang....sori boz, aq lupa sourcenya)
READMORE...